Tuesday, February 26, 2013

SHALAT DHUHA


SHALAT 
Shalat merupakan kewajiban sebagai umat Islam dan amalan yang paling utama yang paling dicintai oleh Allah SWT, sebagai amalan pertama yang dihisab pada hari kiamat. Shalat juga menjaga kesucian darah dan raga. 

Shalat adalah ibadah yang agung, ibadah yang dibuka dengan takbir dan ditutup dengan salam, dan dia adalah ibadah yang terpenting setelah kedua kalimat syahadat.

KEUTAMAAN SHALAT DHUHA
"Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang yang dengan sadar dan tidak kita gunakan harus disedekahkan untuk setiap ruas itu." Sekiranya kita tidak bisa melakukan bentuk sedekah yang lain, cukuplah diganti dengan mengerjkan dua rakaan shalat dhuha
(HR. Ahmad dan Abu Daud)

"Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan." 
(H.R Turmudzi)

“Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditetapkan termasuk orang-orang yang lengah. Barangsiapa shalat empat rakaat, maka dia tetapkan termasuk orang-orang yang ahli ibadah. Barangsiapa mengerjakan enam rakaat maka akan diberikan kecukupan pada hari itu. Barangsiapa mengerjakan delapan rakaat, maka Allah menetapkannya termasuk orang-orang yang tunduk dan patuh. Dan barangsiapa mengerjakan shalat dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Surga. Dan tidaklah satu hari dan tidak juga satu malam, melainkan Allah memiliki karunia yang danugerahkan kepada hamba-hamba-Nya sebagai sedekah. Dan tidaklah Allah memberikan karunia kepada seseorang yang lebih baik daripada mengilhaminya untuk selalu ingat kepada-Nya” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani).


Jumlah Rakaat
2 - 12 RAKAAT
2 RAKAAT : “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditetapkan termasuk orang-orang yang lengah.

4 RAKAAT : “Barangsiapa shalat empat rakaat, maka dia tetapkan termasuk orang-orang yang ahli ibadah.

6 RAKAAT : “Barangsiapa mengerjakan enam rakaat maka akan diberikan kecukupan pada hari itu.

8 RAKAAT : “Barangsiapa mengerjakan delapan rakaat, maka Allah menetapkannya termasuk orang-orang yang tunduk dan patuh.

12 RAKAAT: “Barangsiapa mengerjakan shalat dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Surga. 

Waktu Shalat Dhuha
Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan dimulai ketika matahari telah naik setinggi tombak (satu meter) atau kurang lebih 15 menit setelah matahari terbit, sampai menjelang tergelincirnya matahari ke arah barat. Dan waktu yang terbaik dalam pelaksanaannya adalah ketika matahari sudah agak meninggi atau sudah terasa panasnya. 

Waktunya antara pukul 08.00 - 11.00

NIAT SHALAT DHUHA
“Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.” 
“Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah ta’alaa.” 

RAKAAT PERTAMA 
Al Fatihah, Adh-Dhuha / Al-Kaafirun 

RAKAAT KEDUA 
Al Fatihah, Asy-Syam / Al-Ikhlaas 

ZIKIR SETELAH SHALAT DHUHA 
Astagfirullaahal 'azhiim 3X Alladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qaiyyuum wa atuubu ilaihi 
Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, saya mengaku tiada Tuhan 
melainkan Allah yang maha hidup serta maha berdiri sendiri, dan aku bertaubat kepadaNya. 

Ilaa hadhratin nabiyyil mushthafaa Rasuulillaah SAW, 
Al Faatihah 1x 
Hadiahkan Al-Fatihah kepada Rasul 

Allahzin niyah wa’alaniyatin shalihal ila…. 
(bacakan niat doa utk nama diri sendiri atau nama orang lain). 

Al Ikhlaash 3x, Al Falaq 1x, Annaas 1x, Ayat Kursi 1x, Dzikir 3X 

Al Insyirah (Alam Nasyrah) 3x,
Insya Allah kita akan dilancarkan Rezeki & Lapang Dada. 

Ayat 1000 Dinar 3x 

Ilaa hadhratin nabiyyil mushthafaa Rasuulillaah SAW, Al Faatihah 1x 
Hadiahkan Al-Fatihah kepada Rasul 

Shalawat Thibbil Qulub (Untuk Kesehatan) 3x 

Shalawat Nur (Cahaya) 3x 

DO’A SETELAH SHALAT DHUHA 
Allahumma innad dhuhaa – a dhuha uka, wal jamaala jamaa-luka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal qudrota qudrotuka, wal quwwaata quwwatuka, wal ishmata ishmatuka. allahumma inkaana rizqi fis-samaa-i fa-anzilhu, wainkaana fil-ardli fa akhrijhu, wainkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana ba’iidan faqorribhu, wainkaana charooman fathohhirhu, bichaqqi dhuhaaika, wajaamalika, wabahaaika, waqudrotika, waquwwatika, waishmatika, aatini maa’ataita ‘ibaadakash-sholikhiin. 

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah. Dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, Kekuatan-Mu, dan Kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.