Saturday, March 30, 2013

TAQWA

HAKIKAT WAQWA
  • At-Taqwa menurut bahasa: 
penjagaan, pemeliharaan, pembentengan.
  • At-Taqwa menurut syar’i:
Kesempurnaan seseorang dlaam menjaga dirinya dari hal yang membahayakan di hari kiamat, menunaikan segala perinah Allah yang mendapakan ridha Allah dan pahalanya dan menjauhkan dari larangan-larangan yang mengakibatkan kemurkaan Allah dan siksaNya.

TAHAPAN GODAAN SYAITAN

Syaithan adalah musuh sejati Bani Adam, maka hendaklah manusia berhati-hati serta waspada terhadap segala tipu daya yang mereka lancarkan untuk menyesatkan manusia. Di antara jurus dan tipu daya yang mereka lancarkan ialah melalui celah perbuatan dosa dan maksiat dengan berbagai tingkatannya. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah di dalam kitabnya Madaarijus Saalikin telah menjelaskan beberapa jurus dan tipu daya syaitan dalam menjerumuskan manusia. Berikut ini langkah-langkah syaitan dalam menyesatkan manusia:

1. KEKUFURAN DAN KESYIRIKAN
Yaitu ajakan syaitan kepada manusia agar kufur kepada Allah subhanahu wata’ala, keluar dari agama-Nya dan mengingkari sifat-sifat-Nya. Di antara bentuk kekufuran yang terkadang masih samar bagi kebanyakan manusia adalah ajakan berbuat kesyirikan.

Syirik merupakan ajakan dan tipu daya syaitan yang terbesar untuk menyesatkan manusia, karena syaitan menyadari dosa syirik tidak akan di ampuni oleh Allah subhanahu wata’ala.

Apabila syaitan itu menang dan mampu menggelincirkan manusia dalam langkah ini, maka permusuhan antara dia dengan manusia akan berkurang. Dia akan menjadikan bani Adam yang menyambut ajakan dan seruannya tersebut sebagai bala tentaranya (agen-agen syaitan), akan tetapi di hari Kiamat nanti syaitan akan berlepas diri dari tanggung jawabnya terhadap manusia.

1001 STRATEGI IBLIS


1001 STRATEGI IBLIS MENJERAT MANUSIA

  • DARI DEPAN: Urusan akhirat, bahwasanya tidak ada hari kebangkitan, tidak ada surga tidak ada neraka, tidak ada pembalasan dan siksa.
  • DARI BELAKANG: urusan dunia, dibuatnya dunia ini begitu indah dan dihiasinya dengan perkara-perkara yang menyenangkan nafsu manusia.
  • DARI KANAN: Amal kebaikan, yaitu dijadikannya manusia berlambat-lambat dan malas dalam kebaikan dan ibadah.
  • DARI KIRI: Maksiat dan perbuatan amoral, yaitu dihiasinya perbuatan maksiat agar dipandang indah dan baik dan diserunya manusia agar terjerumus ke dalamnya (Al-Araf 7: 17 – 17)

NAMA IBLIS YANG MENGGODA MANUSIA


Jenis Iblis yang menjerumuskan manusia ke dalam jurang kesesatan itu banyak sekali. Bahkan ada ulama yang berpendapat bahwa dalam menyesatkan manusia Iblis itu mem­punyai spesifikasi keahlian tersendiri sesuai dengan bidangnya. Yang ahli menggoda orang shalat tugasnya hanya menggoda orang shalat, yang ahli mengkufurkan orang yang beriman tugasnya hanya mengkufurkan dengan berbagai tipu daya dan propaganda yang menyesatkan, begitu seterusnya.


Mengenai hal ini ada keterangan yang bersumber dari Umar bin Khatab ra Bahwa Keturunan Iblis yang mempunyai tugas menggoda dan menjerumuskan manusia (ke lembah kesesatan) itu ada sembilan, yaitu:

Wednesday, March 27, 2013

ALAM GHAIB


Alam dibedakan atas alam ghaib (seperti Allah, malaikat, jin, surga, dan neraka) dan alam tampak. Ghaib menurut bahasa berarti yang tidak tampak. Allah-lah yang paling mengetahui kedua alam tersebut. “Dialah Allah yang tidak ada ilah kecuali Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang tampak (QS Al-Hasyr : 22)”. “Sesungguhnya Aku mengetahui segala yang ghaib di langit dan di bumi dan Aku mengetahui apa yang kalian tampakkan dan apa yang kalian sembunyikan (QS Al-Baqarah : 33)”.

Kita harus beriman kepada yang ghaib. “Kitab ini tidak ada keraguan didalamnya sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib … (QS Al-Baqarah : 2-3)”. Tetapi kita hanya bisa mengetahui yang ghaib secara benar dengan cara ikhbari, yakni sejauh apa yang dikemukakan oleh Allah dan Rasul-Nya (Al-Qur’an dan As-Sunnah).

Alam ghaib yang diciptakan oleh Allah merupakan ujian bagi manusia selama dia hidup di dunia. Manusia diuji apakah ketika di dunia dia beriman kepada Allah, Hari Akhir, surga, neraka, pahala akhirat dan sebagainya – yang mana semuanya itu tidak tampak – ataukah dia mengingkarinya.


Masalah ghaib tidak hanya seputar kehidupan Jin dan syetan sebagaimana yang banyak diekspos oleh media massa akhir-akhir ini. Karena Jin dan syetan hanya bagian kecil dari masalah keghaiban yang sangat luas cakupannya. Adanya Allah dan para malaikat-Nya, Surga dan neraka, kehidupan di alam barzakh, kebangkitan manusia di padang makhsyar adalah termasuk keghaiban yang tidak diketahui manusia atau Jin, tapi harus dipercayai dan dijadikan sebagai pilar-pilar iman. Semua itu menjadi rahasia Allah dan Rasul yang telah diberi wahyu tentangnya.

Dan masih banyak hal yang berkaitan dengan kehidupan kita, yang termasuk kategori ghaib karena tidak bisa kita indra dengan panca indra.

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). Dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tiada suatu pun yang basah dan kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. (QS. al-An’am 6:59).

Dalam ayat lain, Allah menyuruh Nabi Muhammad untuk meberitahukan kepada umatnya tentang ketidaktahuannya seputar yang ghaib,

“Katakanlah, Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita bagi orang-orang yang beriman.” (QS. al-A’raf 7:188).

MALAIKAT
IMAN KEPADA MALAIKAT 
Malaikat tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium dan dirasakan karena hidup di alam yang berbeda dengan kehidupan alam semesta. Hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui keadaan dan hakikat mereka. Manusia hanya dapat mema'rifati malaikat melalui firmanNya dalam Al-Quran dan hadis dari Rasul SAW. Malaikat disucikan dari kesyahwatan, tidak seperti manusia yang memiliki nafsu makan, minum, tidur. Malaikat tidak pula berjenis kelamin laki-laki atau perempuan, namun mereka dapat menjelma dalam rupa manusia atau bentuk lain yang dapat ditangkap indra manusia. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Surat Maryam ayat 16-17 atau Hud ayat 69-73. 

Malaikat merupakan tentara-tentara Allah yang ditugaskan untuk urusan-urusan tertentu. Diantara malaikat-malaikat Allah kita mengenal antara lain malaikat yang sepuluh, delapan malaikat yang mengusung Arsy Allah (QS Al-Haaqqah : 17), dan malaikat-malaikat yang ditugaskan untuk menolong orang-orang mukmin yang sedang berjihad (QS Al-Anfal : 9). 

SIFAT MALAIKAT 

1. Malaikat diciptakan dari cahaya sedangkan jin diciptakan dari api. Hal ini ditunjukkan dalam hadits Aisyah Radhiallahu ‘anha dalam Shahih Muslim (2996) dia berkata, “bersabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam :

2. “Malaikat diciptakan dari cahaya dan jin diciptakan dari api yang bercampur dengan hitamnya api.”

Ini merupakan perbedaan yang mencolok dalam hal asal penciptaan, terlebih lagi ada perbedaan lain dalam sifat dan perbuatannya.

3. Nama-nama malaikat berbeda dengan nama-nama jin baik secara global maupun terperinci. Adapun nama-nama malaikat mengandung makna utusan. Maka malaikat bermakna para utusan Allah dan nama At Tasyaitan artinya yang melampaui batas. Nama-nama ini secara global sudah menunjukkan perbedaan apalagi secara terperinci. Sedangkan Al Iblis berasal dari kata Al Iblas, artinya yang berputus asa dari rahmat Allah Subhaanahu wata’aala.

Perhatikanlah nama Jibril, Mikail, Israfil dan yang lainnya. Engkau mendapati bahwa nama-nama malaikat itu adalah nama-nama yang indah dan bagus, sedangkan nama-nama jin dan syaitan itu jelek.

4. Para malaikat diciptakan oleh Allah Subhaanahu wata’aala dengan tabiat selalu taat kepada Allah Subhaanahu wata’aala, dan tidak ada pilihan bagi malaikat apakah dia mau taat atau tidak. Berbeda dengan jin, dimana Allah Subhaanahu wata’aala, menjadikan mereka mempunyai pilihan dan kehendak sebagaimana manusia. Siapa yang ingin beriman, maka dia memilihnya dan siapa yang ingin kekufuran, maka dia memilihnya. Tatkala jin diberi pilihan tersebut, banyak dari kalangan mereka yang memilih kekufuran daripada keimanan.

5. Para malaikat tidak memiliki syahwat. Oleh karena itu, mereka tidak makan, tidak minum dan tidak menikah. Adapun para jin, mereka makan, minum, menikah dan yang lainnya.

6. Para malaikat tidak pernah bermaksiat kepada Allah Subhaanahu wata’aala, sedikit pun walaupun hanya sekejap mata. Adapun mayoritas jin adalah kafir bahkan kekufuran pada mereka lebih banyak jika dibandingkan dengan kekufuran pada manusia. Apa yang tersebar bahwa Harut dan Marut adalah nama 2 malaikat, tidaklah benar bahkan keduanya adalah jin. Barangsiapa yang berpendapat bahwa keduanya adalah malaikat, mereka bersandar pada kisah-kisah Israiliyyat yang tidak bisa dijadikan sebagai sandaran dan tidak bisa ditegakkan sebagai hujjah serta tidak ada satu pun hadits shahih tentang hal ini.

7. Malaikat jauh lebih kuat daripada jin

Bahkan sebagian malaikat, ada yang tidak bisa dibandingkan kekuatannya dengan seluruh jin seperti Malakul Maut. Malakul Maut hanya seorang diri, namun dia mampu mencabut ruh-ruh dari penduduk barat dan timur dalam waktu sekejap. Sungguh Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, telah melihat Jibril dan dia memiliki 600 sayap. Hadits ini terdapat dalam Shahih Bukhari (4856) dari hadits Ibnu Mas’ud radiallohu ‘anhu.

Ada juga 8 malaikat yang memikul ‘Arsy. Sungguh Allah Subhaanahu wata’aala, telah menjadikan para malaikat sebagai bala tentaranya yang paling kuat dan Allah Subhaanahu wata’aala memperlihatkan seluruh jagat raya kepada mereka dan kekuatan mereka pun berbeda-beda.

“Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang mempunyai sayap, masing-masing dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fathir : 1)

8. Para malaikat lebih utama daripada para jin baik dalam hal penciptaan, bentuk, perbuatan maupun keadaan.

9. Malaikat memiliki jumlah yang sangat banyak dan jumlahnya melebihi jumlah jin, manusia dan hewan karena mereka senantiasa mengurusi para makhluk tersebut dan mengurusi yang lainnya. Diantara mereka ada yang ruku’, ada yang sujud, adapula yang bertasbih dan beristighfar serta yang lainnya.

10. Allah Subhaanahu wata’aala, menciptakan malaikat untuk melayani bani Adam dan merekapun (para malaikat) senantiasa melakukan tugas tersebut. Adapun mayoritas jin berusaha menyesatkan manusia dan menyimpangkan mereka dari jalan Allah Subhaanahu wata’aala,. Yang berada di baris terdepannya adalah nenek moyang mereka yaitu Iblis sebagaimana yang telah diketahui secara pasti dalam agama ini.

11. Para malikat bertugas mengurusi jin dan membantu mereka sesuai dengan kehendak Allah Subhaanahu wata’aala.

12. Malaikat mampu melihat jin di setiap waktu. Adapun jin tidak bisa melihat malaikat kecuali jika malaikat itu berubah bentuk dengan bentuk yang mampu dilihat oleh jin. Karena jika jin melihat malaikat, maka tidak tersisa sedikitpun dari ilmu ghaib yang wajib diimani oleh mereka.

13. Allah Subhaanahu wata’aala menciptakan malaikat sebelum menciptakan jin. Dalil yang menunjukkan tentang hal ini adalah bahwa di antara para malaikat ada yang bertugas memikul ‘Arsy, sedangkan kita sudah mengetahui bahwa Arsy itu diciptakan sebelum Allah Subhaanahu wata’aala menciptakan langit dan bumi serta apa-apa yang ada di antara keduanya.

14. Malaikat merupakan alam ghaib bagi jin. Oleh karena itu, Allah? Subhaanahu wata’aala, mewajibkan kepada jin untuk beriman kepada para malaikat.

15. Malaikat mampu menguasai jin dengan izin Allah Subhaanahu wata’aala. Oleh karena itu, malaikat mampu melihat jin dan mencabut ruh-ruh mereka serta mampu menghalangi kaum jin ketika hendak menyakiti manusia sesuai dengan kehendak Allah Subhaanahu wata’aala. Adapun jin tidak mampu menguasai para malaikat dan hal ini sudah diketahui secara pasti.

16. Para malaikat secara umum disifati dengan sifat-sifat yang terpuji.

Firman Allah SWT:
“Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan.” (QS. An Nahl : 50)

“Dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.” (QS. Al-Anbiya: 28)

“Dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)

“Bahkan mereka adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya.” (QS. Al Anbiya:26-27)

Adapun mayoritas jin memiliki sifat-sifat yang jelek, seperti memberikan waswas, menghiasi perbuatan jelek sebagai satu kebaikan, memalingkan, membuat makar dan tipu daya, melampaui batas serta berbuat zhalim dan sebagainya.

17. Malaikat tidak berjenis kelamin laki-laki ataupun perempuan. Kaum jahiliyah telah terjatuh ke dalam kesalahan yang besar ketika mereka mengatakan : “Para malaikat adalah anak-anak perempuan Allah.”

Firman Allah SWT:
“Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung-jawaban.” ( QS. Az Zukhruf :19)

Firman Allah SWT:
“Apakah Tuhan memilih anak-anak perempuan daripada anak laki-laki?” Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana kamu menetapkan?” (QS. Ash Shaffaat : 153-154 )

Mereka (para malaikat) tidak disifati laki-laki karena hal ini mengharuskan bahwa diantara mereka ada yang perempuan, akan tetapi mereka dikatakan sebagai hamba-hamba Ar Rahman dan tentara-tentara Allah Subhaanahu wata’aala sebagaimana Al-Qur’an menamakan mereka dengan hamba-hamba Ar Rahman. Adapun jin, ada yang laki-laki dan ada juga yang perempuan. Hal ini sudah diketahui secara pasti dalam agama.

Firman Allah SWT:
“Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu?” ( QS. Al -Kahfi : 50 )

18. Para malaikat senantiasa menolong di atas kebaikan kepada para nabi dan rasul serta para pengikutnya. Oleh karena itu, malaikat merupakan sumber kebaikan terhadap manusia dengan cara memberikan ilham kepada manusia. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah sebagaimana yang disebutkan di dalam “Majmu Fatawa” 4/34 ) : “Maka sumber ilmu yang benar dan kehendak yang baik itu berasal dari ilham para malaikat dan sumber keyakinan yang batil serta kehendak yang buruk dari bisikan syaitan.”

Malaikat tidak pernah menolong para tukang sihir dan ahli nujum dan tidak pula membantu orang-orang yang sesat, rusak dan menentang syari’at. Berbeda dengan syaitan dari kalangan jin. Mereka memberi kekuatan dan pertolongan pada setiap kejelekan, kerusakan dan kejahatan. Bahkan mereka adalah sumber segala kefasikan, kekufuran dan kefajiran.

19. Para malaikat tinggal di langit. Allah Subhaanahu wata’aala, berfirman :

“Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atas dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhan-nya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Penyayang.”

( QS. Asy Syura : 5 )

Yang menjadi inti adalah lafazh “dari atas mereka.”

Firman Allah SWT:
“Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.” (QS. Fushshilat : 38 )

“Dan tidaklah kami turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu.” (QS. Maryam : 64)

Maka mereka turun dari langit ke bumi. Adapun para syaitan dimana iblis berada di baris terdepan, mereka tinggal di bumi. Mayoritas mereka tinggal di tempat-tempat yang kotor seperti tempat-tempat najis, tempat sampah, tempat buang air kecil dan besar serta tempat-tempat lainnya yang kotor. Maka demikian jauh perbedaan antara yang tinggal dilangit dan yang tinggal di bumi. Bagaimana mungkin dibandingkan dengan yang biasa tinggal di tempat-tempat yang kotor?

20. Para malaikat bisa terbang ke langit yang tinggi karena asal penciptaan malaikat mampu terbang ke atas langit yang tinggi dan kemana saja sesuai dengan kehendak Allah Subhaanahu wata’aala .?Berbeda dengan jin dimana asal penciptaan mereka tidak mampu terbang namun hanya berjalan melata di permukaan bumi dan bisa terbang jika mereka berubah bentuk. Adapun kemampuan terbang jin itu sangat lemah jika dibandingkan dengan kemampuan terbang para malaikat.

21. Para malaikat mampu menembus penghalang-penghalang bahkan bisa sampai menembus ke bumi yang ketujuh, sebagaimana yang telah diketahui bahwa para malaikat senantiasa mengurusi dunia dan segala isinya. Allah? Subhaanahu wata’aala, berfirman menyebutkan tentang sifat malaikat:

” Dan yang mengatur urusan.” (QS. An Naziat : 5)

Permusuhan antara jin dan para malaikat itu akan senantiasa ada. Para malaikat memusuhi iblis dan siapa saja yang bersamanya bahkan mereka melaknat iblis dan para pengikutnya. Allah Subhaanahu wata’aala, befirman:

“Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat la’nat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya.” (QS. Al Baqarah :161 )

Dan dalil-dalil lain baik dari ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadits-hadits Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam.

Dari perbedaan-perbedaan tersebut diatas jelaslah bahwa malaikat tidak bisa disamakan dengan jin dan syaitan baik dalam hal penciptaan, bentuk, nama, sifat, dan perbuatan dari awal sampai akhirnya. Barangsiapa yang menyamakan antara keduanya, sungguh dia telah sesat dari jalan yang lurus.

KARYA MALAIKAT 
DALAM ALAM RUH 
- Bertasbih, serta patuh dan tunduk sepenuhnya kepada  Allah. (Al-A'raf: 206, AzZumar: 75). 
- Memikul Arsy. (AlMu'min: 7, Haqqah: 17). 
- Memberi salam kepada ahli surga. (Ar Ra'd:23-24). 
- Menyiksa ahli neraka. (At Tahrim: 6). 

DALAM ALAM DUNIA YANG BERHUBUNGAN DENGAN MANUSIA 
- Menggiatkan kekuatan rohani yang ada dalam diri manusia dengan mengilhamkan kebaikan dan kebenaran. (Hadis dari Ibnu Mas'ud) 
- Berdoa untuk orang-orang mukmin. (Dalam surat AlMu'min ayat 7-9). 
- Berta'min (amin) bersama-sama orang yang shalat. (Hadis dari Abu Hurairah). 
- Hadir dalam shalat subuh dan azhar. (Q.S Al Isra': 78, dan hadis dari Abu hurairah). 
- Kehadiran Malaikat waktu ada bacaan Al Qur'an. (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id Khudri). 
- Kehadiran Malaikat dalam Majils Zikir. (Hadis dari Abu Hurairah diriwayatkan Bukhari). 
- Memberi perkokohan kepada manusia. (Al Anfaal: 12, Al Mujadilah: 22) 
- Menyampaikan wahyu. Yaitu oleh Malaikat Jibril (AlBaqarah: 97, AsSyu'ara: 192-194, An Nahl: 102) 
- Mencabut Nyawa. (al An'am: 61, As sajdah: 11) 



JIN
Jin adalah suatu macam makhluk yang termasuk dalam golongan ruh yang berakal yang juga diperintahkan menjalankan syariat agama. Perihal jin dapat ditelusuri dalam Surat Al Jin. Jin diciptakan dari nyala api sangat panas (Naaari samum). (Dijelaskan dalam Al Hijr: 26-27). Jin ditaklif seperti manusia, yaitu diperintahkan untuk mengerjakan syari'at agama dimana rasul-rasul yang diikuti dari manusia. (Dalam Q.S. Al An'am: 130, ArRahman: 31-34, Al Ahqaaf: 29-32).

INTERAKSI JIN DAN MANUSIA
1. Dari sisi penciptaan, manusia lebih baik dan lebih mulia daripada jin. “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik penciptaan (QS At-Tiin)”. “Dan sungguh Kami telah memuliakan keturunan Adam (manusia) … (QS Al-Isra’)”. 
 
2. Rasul-rasul Allah adalah dari kalangan manusia. Tetapi jin tetap bisa mendengarkan dakwah mereka karena jin bisa melihat dan mendengarkan mereka dari alam mereka.  
3. Dalam syariat Nabi Muhammad saw, kita dilarang untuk meminta perlindungan dan meminta pertolongan kepada jin, meskipun dalam perkara kebaikan. “Dan terdapat sekelompok manusia yang meminta perlindungan kepada sekelompok jin sehingga para jin itu menjadi semakin congkak (QS Al-Jin)”. 4)Islam mengharamkan pernikahan antara jin dan manusia.

PINTU PENYEBAB CAMPUR TANGAN JIN DI ALAM MANUSIA
Faktor-faktor penyebab campur tangan dan gangguan jin di alam manusia melalui berbagai pintu, antara lain:
  • Pintu kelemahan kondisi psikologis (kejiwaan) seperti : Perasaan takut sekali, sedih sekali, marah sekali, kelalaian hati dari zikrudllah dan semacamnya
  • Pintu memperturutkan hawa nafsu di tengah maraknya berbagai kemaksiatan.
  • Pintu bid'ah dengan segala macam dan tingkatannya yang tersebar di tengah - tengah masyarakat.
  • Pintu dunia perdukunan, peramalan dan sejenisnya.
  • Pintu dunia beladiri dan olah kanoragan dengan menggunakan tenaga dalam.
  • Pintu dunia olah pernafasan, meditasi dan semacamnya.
  • Pintu dunia pengobatan alternatif supranatural.
  • Kencederungan umum masyarakat kepada dunia klenik, mistik dan misteri. 

IBLIS & SYETAN
Begitu banyak ayat Alquran yang memperingatkan akan adanya syetan. Begitu ditekankan bahwa syetan adalah musuh yang nyata. Menurut Ulama, IBLIS adalah nenek moyang dari syetan dan Syetan adalan golongan yang keterlaluan dari bangsa jin.
Kewajiban mukmin adalah untuk menjadikan iblis dan syetan sebagai musuh. Iblis dan syetan akan selalu menjerumuskan manusia ke dalam kebinasaan.

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. (Al Kahfi: 50).

Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Allah berfirman: "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, "dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat. Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan. Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan. Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka."
(Al Hijr: 33-40)

"Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih." (An Nahl: 63).

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (Al An'am: 112)

SETIAP MANUSIA PASTI DITEMANI SYETAN
Allah telah menetapkan bahwa setiap manusia didampingi oleh seorang malaikat (yang senantiasa mengajak kepada kebaikan) dan seorang jin kafir (yang senantiasa mengajak kepada keburukan). Semua jin yang menjadi qarin manusia adalah kafir kecuali jin qarin Rasulullah yang telah diislamkan oleh Allah.

Sebuah hadist dari A'isyah r.a, yang artinya:
Nabi saw pada suatu malam keluar dari sisiku. Aku cemburu padanya. Kemudian beliau saw datang dan melihat apa yang kulakukan, kemudian bersabda: "Mengapa engkau ini hai Aisyah, apakah engkau cemburu?". Aku berkata: "Bagaimana tidak akan cemburu orang yang seperti aku ini pada orang semacam tuan ini?". Beliau s.a.w bersabda: "Apakah engkau sudah didatangi oleh syaitanmu?" Aku bertanya:" Ya Rasulullah apakah aku ini disertai oleh syaitan?". Belaiau saw menjawab: "Ya." Aku bertanya lagi: "Apakah setiap orang disertai syetan?". Jawabnya: "Ya". Sekali lagi aku bertanya: "Apakah tuan juga disertai oleh syaitan?" Belaiau bersabda: "Ya, tetapi tuhanku memberikan pertolongan kepadaku untuk mengalahkannya, sehingga iapun menyerah." (HR Muslim).


Syetan akan mengalahkan manusia jika manusia menjauh dari petunjuk Allah.

"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. "

Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada kami (di hari kiamat) dia berkata: "Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)." (Az Zukhruf:36-38).

Syaitan itu tidak dapat menggoda orang-orang yang sunguh-sungguh beriman.
Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk (Taudz).
Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah (An Nahl: 98-100).


RUH
Membicarakan masalah ruh sebenarnya hanya akan mengantarkan pikiran kepada kegelapan. Ruh termasuk urusan dan perkara Allah Ta'ala, hanya Dia lah yang Maha Mengetahui hakikat ruh.

Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit."
(Al Isra`: 85)

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud
(Al Hijr: 28-29)

ALAM BARZAKH

Periode menunggu yaitu masa sesudah manusia mati (lepas ruh dari badan) sampai terjadinya hari kiamat besar, maka ruh berada di Alam kubur atau alam Barzakh. Setelah ruh lepas dari jasad, ruh tetap ada, hidup, sadar dan mengerti, sedangkan jasadnya akan membusuk dan hancur. Manusia yang baik mengalami kegembiraan dan kebahagiaan di alam kubur, sedangkan manusia yang jahat akan mengalami kesusahan dan kesengsaraan.

Diriwayatkan olehh Bukhari dan Muslim dari Qatadah dari Anas , sesungguhnya Rasulullah s.a.w telah bersabda (yang artinya): Bila seorang sudah diletakan di kuburnya, semua orang yang mengantar sudah kembali pulang, maka roh si mayit itu akan dapat mendengar bunyi terompah (alas kaki) mereka yang mengantar itu, lalu datang kepadanya dua Malaikat, ia disuruh duduk, lalu kedua Malaikat itu bertanya: "Apa yang kamu ketahui tentang orang ini (yaitu Muhammad saw)?" Bila ia seorang mu'min, ia akan menjawab aku mengakui bahwa ia adalah Rasul Allah dan hamba Allah. Kedua Malaikat itu lalu berkata: Bahwa Allah sudah mengganti kedudukanmu di dalam Neraka dengan kedudukan di dalam Surga. Adapun orang-orang kafir dan munafik akan ditanya: "Apa yang kamu ketahui tentang orang ini (Muhammad saw)? Orang kafir dan munafik itu menjawab: Aku tida kenal ia, dan aku hanya mengatakan akan apa yang dikatakan orang banyak. Kedua Malaikat itu lalu berkata: Engaku tidak mengenalnya dan tidak pula engkau menanyakan kepada orang yang mengenalnya. Orang kafir itu lalu dipukul dengan pemukul dari besi sehingga berteriak yang didengar oleh semua makhluk kecuali Jin dan Manusia."


JIN, SYAITAN DAN IBLIS

PENGERTIAN JIN, SYAITAN DAN IBLIS
Alam jin adalah alam yang berdiri sendiri, ia terpisah dan berbeda dengan alam manusia namun keduanya hidup dalam dunia yang sama, kadang tinggal dalam rumah yang dibangun atau di diami manusia. Keduanya pun mempunyai kesamaan yakni berkewajiban untuk beribadah kepada Allah: "Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanyalah untuk beribadah kepadaKu" (QS. Adz-Dzariyat 51:56).

Friday, March 22, 2013

SURAH MUZZAMMIL

Surat Al-Muzzammil adalah surah ke 73 dan terdiri atas 20 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Qalam.
Dinamai “Al-Muzzammil” (orang yang berselimut) diambil dari perkataan “Al-Muzzammil” yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud dengan “orang yang berkemul” ialah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.

SURAT AL-FATH

Surah Al-Fath (Arab: الفتح , "Kemenangan") adalah surah ke-48 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 29 ayat. Dinamakan Al-Fath yang berarti Kemenangan diambil dari perkataan Fat-han yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Sebagian besar dari ayat-ayat surah ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad SAW. dalam peperangannya.

Sunday, March 17, 2013

MENIKMATI IBADAH SHOLAT


FIRMAN ALLAH SWT YANG MEWAJIBKAN SHALAT
“Sesungguhnya yang petama kali akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah perkara shalat. Jika Shalatnya baik, maka baikpula seluruh amalan ibadah lainnya, kemudian semua amalannya akan dihitung atas hal itu.” (HR. An Nasa’I : 463)

Saudaraku,
Hadirnya kita di dunia ini adalah untuk menyembah Allah SWT. Betapa lemahnya kita sebagai seorang hamba. Jantung, paru-paru, hati, peredaran darah, usus, lambung dan segala organ dalam tubuh kita sendiri kita tak punya kuasa untuk mengaturnya. Semuanya bekerja berdasarkan perintah dari yang menciptakannya. Betapa bergantungnya kita kepada Allah SWT, dan sepantasnyalah kita tiada pernah sombong walau sedetikpun. Umur kita sampai saat ini juga merupakan kemurahan pemberian Allah SWT

Saturday, March 16, 2013

APAKAH MUDAH MASUK SYURGA?

Banyak orang yang menyangka kalau sudah rajin sholat, rajin ibadah, pasti “tiket” ke syurga sudah di kantong, seperti dia sudah yakin banget bahwa syurga pasti dimasukinya. Kebanyakan orang lupa bahwa bukan ibadahnya yang menyebabkan dia dapat dimasukan ke dalam syurga, tapi semat-mata karunia Allah SWT. Menagapa? Coba kita lihat uraian berikut ini. Betapapun banyak amal yang kita lakukan, tak sebanding dengan umur yang telah diberikan Allah SWT pada kita, menurut perkiraan kita, kita sudah beramal banyak, nyatanya jika dihitung secara cermat, ibadah kita ternyata hanya sedikit sekali. Faktanya dari kehidupan sehari-hari, waktu untuk tidur lebih banyak dibandingkan waktu ibadah.

Coba saja hitung dalam setiap hari, yang riil aja, misalnya, sholat sehari semalam 5 waktu kali rata- rata 6 menit, di jumlah hanya 30 menit saja kita sholat sehari semalam. Sedang kita tidur setiap hari rata-rata 6- 8 jam ! Minim sekali ibadah kita pada Allah, itupun belum tentu diterima Allah, apa lagi kalau dibarengi dengan riya, maka ibadah kita tak bernilai apapun, nilai ibadah kita nol, kalau dibarengi dengan riya, ingin di puji atau alasan lainnya yang bukan karena Allah SWT.

Dan kalau mau dihitung-hitung, rasanya tak pantas kita mendapat syurga, tak pantas kita dimasukan ke dalam syurga di akherat nanti, mengapa ? Karena ibadah kita sedikit sekali, sedangkan dosa kita banyak sekali, hampir tiap hari dosa kita lakukan, ada aja dosa yang kita lakukan, ntah dosa kecil yang tidak kita merasa melakukan sampai dosa yang sengaja dilakukan.

Friday, March 15, 2013

AYAT KURSI

Ayat Kursi diturunkan pada suatu malam selepas Hijrah. Menurut riwayat, ketika ayat kursi diturunkan disertai dengan beribu-ribu malaikat sebagai penghantarnya, kerana kebesaran dan kemuliaannya.


Syaitan dan Iblis menjadi gempar kerana adanya suatu alamat yang menjadi perintang dalam perjuangan mereka.

Rasulallah SAW segera memerintah kepada penulis Al-Quran yaitu Zaid bin Thabit agar segera menulisnya dan menyebarkannya.

Thursday, March 14, 2013

WISDOM

Ambillah kesempatan lima sebelum lima: mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum melarat, hidupmu sebelum mati, dan senggangmu sebelum sibuk. (HR. Al Hakim dan Al-Baihaqi)


Pandanglah orang yang di bawah kamu dan janganlah memandang kepada yang di atasmu, karena itu akan lebih layak bagimu untuk tidak menghina kenikmatan Allah untukmu. (HR. Muslim)

SURAT AL-FATIHAH

I. MEMBACA AL-FATIHAH ADALAH RUKUN SHALAT
Sabda Rasulullah SAW 
“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al Fatihah).” 
(HR. Bukhari dan Muslim dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu)


Makna dari khidaaj adalah kurang, sebagaimana dijelaskan dalam hadits tersebut, “Tidak lengkap”. Berdasarkan hadits ini dan hadits sebelumnya para imam seperti imam Malik, Syafi’i, Ahmad bin Hanbal dan para sahabatnya, serta mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum membaca Al Fatihah di dalam shalat adalah wajib, tidak sah shalat tanpanya.

Tuesday, March 12, 2013

IBU

Islam mengajarkan bahwa kaum ibu merupakan pihak yang sangat istimewa dan tinggi derajatnya. Oleh karena itu kita sangat akrab dengan hadits yang menjelaskan keharusan seorang sahabat agar memprioritaskan berbuat baik kepada ibunya. Bahkan Nabi shollallahu ‘alaih wa sallam menyebutkan keharusan tersebut sebanyak tiga kali sebelum beliau akhirnya juga menganjurkan sahabat tadi agar berbuat baik kepada ayahnya. Jadi ibaratnya keharusan menghormati dan berbuat baik seorang anak kepada ibunya sepatutnya lebih banyak tiga kali lipat daripada penghormatan dan perilaku baiknya terhadap sang ayah.

THE ART OF DOA

FIRMAN ALLAH SWT
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” 
(QS. Al-Baqarah 186)

Monday, March 11, 2013

ZIKIR DAN DO'A SETELAH SHALAT

DZIKIR SETELAH SHALAT 
Astagfirullaahal 'azhiim 3X Alladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qaiyyuum wa atuubu ilaihi 
Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, saya mengaku tiada Tuhan melainkan Allah yang maha hidup serta maha berdiri sendiri, dan aku bertaubat kepadaNya. 

“Subhanallah Wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim” 3x 
“Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung.” 

Laa ilaaha illallahu wahdahu laasyariikalah Lahul mulku walahul hamdu yuah yii wa yumiitu wahua 'alla kulli syai 'in qadiir
Tidak ada Tuhan selain dari Allah sendirinya, tidak ada sekutu bagiNya - KepunyaanNya semua kekuasaan dan pujian dan Dia berkuasa atas sesuatu 

Sunday, March 10, 2013

62 MUKZIJAT NABI MUHAMMAD SAW


Mukjizat Muhammad adalah kemampuan luar biasa yang dimiliki nabi Muhammad untuk membuktikan kenabiannya. Dalam Islam, mukjizat terbesar Muhammad adalah Al-Qur’an. Selain itu, Muhammad juga diyakini pernah membelah bulan pada masa penyebaran Islam di Mekkah dan melakukan Isra dan Mi’raj tidak sampai satu hari. Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah kecerdasannya mengenai ilmu ketuhanan. Hal ini tidak sebanding dengan dirinya yang ummi atau buta huruf. Walau begitu, umat Islam meyakini bahwa setiap hal dalam kehidupan Muhammad adalah mukjizat. Hal itu terbukti dari banyaknya kumpulan hadits yang diceritakan para sahabat mengenai berbagai mukjizat Muhammad. Berikut ini adalah 62 mukjizat yang dimiliki nabi Muhammad :

Seratus Enam Puluh Kebiasaan Nabi Muhammad SAW.



I. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW SEKITAR SHALAT
1. Selalu shalat sunnah fajar
2. Meringankan shalat sunnah fajar
3. Membaca surat Al-Ikhlas dan Al-Kafirun dalam shalat fajar (ayat lain yang dibaca Nabi dalam shalat sunnah fajar)
4. Berbaring sejenak setelah shalat sunnah fajar
5. Mengerjakan shalat sunnah di rumah
6. Selalu shalat sunnah empat rakaat sebelum dhuhur
7. Mengganti dengan empat rakaat setelah duhur jika tidak sempat shalat sebelumnya

40 KEMULIAAN WANITA ISLAM

Sejak Rasulullah SAW lahir ke dunia, wanita sangat dimuliakan kedudukannya di mata Islam, tidak seperti jaman jahiliah dahulu bayi wanita yang lahir harus dibunuh, Masya Allah..Berikut ini kami sampaikan 40 Hadist bagaimana Allah SWT memberikan tempat atau kedudukan wanita baik di mata Allah SWT , suami, anak-anak, dan di hadapan manusia lainnya.. 

SABDA NABI MUHAMMAD SAW


"Senyumam kepada saudaramu adalah sedekah"



"Semua amal anak Adam A.S. dilipatgandakan kebaikan (pahala) dari 10 sampai 700 kali ganda kecuali ibadah puasa. Ada pun puasa itu adalah untuk Allah SWT dan Dia akan terus memberikan pahala kepada sekelian" (Riwayat Muslim)

Friday, March 8, 2013

ISTIGFAR RAJAB (RAJA ISTIGFAR)

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Astaghfirullahal’adzim 3x Alladzi laa ilaaha ilaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaihi min jamii’il ma’aashii wadzunuubi wa atuubu ilaihi min jamii’i maa karihallaahu qaulaw wa fi’law wasam’aw wa bashharaw wa haadiiran.
Allahumma inni astaghfiruka limaa qoddamtu wa maa akhortu wa maa asraftu wamaa asrortu wa maa a’lantu wamaa anta a’lamu bihii minni antal muqoddimu wa antal mu’akhiru wa anta ‘alaa kulli syai-in qodiir.

SURAH YASIN

Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Jinn. Dinamai Ya Sin karena dimulai dengan huruf Ya Sin. Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surat Al-Quran, maka demikian pula arti Ya Sin yang terdapat pada ayat permulaan surah ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain: Allah bersumpah dengan Al-Quran bahwa Muhammad SAW benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul-rasul.

SURAH WAAQI'AH

KEUTAMAAN SURAT AL – WAAQI’AH

SABDA RASULULLAH SAW
Man qara’a suratal-Waqi’ati lam yaftaqir abada.
“Barangsiapa membaca surah Al-Waqiah secara langgeng setiap malam, pasti tidak akan kekurangan rezeki selama hidupnya”(Al-Hadist)

“Sesiapa membaca surah Al-Waqiah pada setiap hari dan malam dalam satu majlis sebanyak 40 kali, selama 40 hari pula, maka Allah akan memudahkan rezekinya dengan tanpa kesukaran dan mengalir terus dari pelbagai penjuru serta berkah pula.”

Wednesday, March 6, 2013

RUKUN IMAN

6 RUKUN IMAN
1. Beriman kepada ALLAH SWT
2. Beriman kepada Malaikat-malaikat Allah
3. Beriman kepada Kitab-kitab Allah
4. Beriman kepada Rasul-rasul Allah
5. Beriman kepada Hari Kiamat
6. Beriman kepada Qada dan Qadar

RUKUN ISLAM


RUKUN ISLAM 
1. Mengucapkan dua kalimah syahadat 
2. Menegakan Sholat 
3. Menunaikan Zakat 
4. Puasa di bulan Ramadhan 
5. Menunaikan Ibadah Haji bagi yang mampu.

BEKERJA


  • Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fadhu (seperti shalat, puasa dll).(HR. Athabrani dan Al Baihaqi)

  • Sesungguhnya Ruhul Qudus (malaikat Jibril) membisikkan dalam benakku bahwa jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itu hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencaharianmu. Apabila datangnya rezeki itu terlambat, janganlah kamu memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Allah karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan ketaatan kepada-Nya. (HR. Abudzar dan Al Hakim).

ORANG YG DIDOAKAN MALAIKAT

Allah SWT berfirman: 
"Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang - orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati karena takut kepada-Nya" (QS Al Anbiyaa' 26-28)

TANDA-TANDA LEMAH IMAN

TANDA-TANDA LEMAH IMAN 

  • Terus menerus melakukan dosa dan tidak merasa bersalah 
  • Berhati keras dan tidak berminat untuk membaca Al-Qur'an 
  • Berlambat-lambat dalam melakukan kebaikan, seperti terlambat untuk melakukan shalat 
  • Meninggalkan sunnah 
  • Memiliki suasana hati yang goyah, seperti bosan dalam kebaikan dan sering gelisah 
  • Tidak merasakan apapun ketika mendengarkan ayat Al-Qur'an dibacakan, seperti ketika Allah mengingatkan tentang hukumanNya dan janji-janjiNya tentang kabar baik. 

NABI MUHAMMAD SAW

  • Nama : Muhammad bin Abdullah
  • Kelahiran : Mekah, tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah
  • Abdullah (ayahnya) meninggal sebelum Muhammad terlahir
  • Umur 6–8 tahun Muhammad dibesarkan kakeknya, Abdul Muthalib
  • Kemudian dibesarkan pamannya, Abu Thalib
  • Atas kejujurannya, Muhammad mendapat gelar Al Amin (dapat dipercaya)
  • Usia 13 tahun mulai berbisnis, menemani Abu Thalib berdagang ke ke Syam
  • Usia 25 tahun menikah dengan Siti Khadijah binti Khuwailid
  • Muhammad muda pernah berhasil mendamaikan pertikaian antar kabilah
  • Usia 40 tahun pertama kali menerima wahyu dan diangkat menjadi Rasulullah
  • Kemudian melakukan dakwah diam-diam selama 3 tahun di Mekah
  • Dilanjutkan dengan berdakwah secara terang-terangan selama 10 tahun
  • Dakwah nabi Muhammad SAW ditentangn oleh kaumnya sendiri, Quraisy
  • Hijrah ke Madinah setelah 13 tahun berdakwah di Mekah
  • Setelah haji wada (10 H) kesehatan nabi Muhammad SAW mulai menurun
  • 28 Shafar 11 H nabi Muhammad SAW meninggal dunia
  • Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir

Tuesday, March 5, 2013

KEPOMPONG DAN KUPU-KUPU

Pada suatu saat ada seorang sedang mengamati sebuah kepompong kupu-kupu. Setelah mengamati beberapa hari ada lubang kecil yang muncul pada kepompong tersebut. Dia duduk dan mengamati dalam beberapa jam kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

KHUSUNUL KHATIMAH

Kematian, salah satu rahasia ilmu ghaib yang hanya diketahui oleh Allah ta’ala. Allah telah menetapkan setiap jiwa pasti akan merasakannya. Kematian tidak pandang bulu. Apabila sudah tiba saatnya, malaikat pencabut nyawa akan segera menunaikan tugasnya. Dia tidak mau menerima pengunduran jadwal, barang sedetik sekalipun. Karena bukanlah sifat malaikat seperti manusia, yang zalim dan jahil.

Manusia tenggelam dalam seribu satu kesenangan dunia, sementara ia lalai mempersiapkan diri menyambut akhiratnya. Berbeda dengan para malaikat yang senantiasa patuh dan mengerjakan perintah Tuhannya. Duhai, tidakkah manusia sadar. Seandainya dia tahu apa isi neraka saat ini juga pasti dia akan menangis, menangis dan menangis. SubhanAllah, adakah orang yang tidak merasa takut dari neraka. Sebuah tempat penuh siksa. Sebuah negeri kengerian dan jeritan manusia-manusia durhaka. Neraka ada di hadapan kita, dengan apakah kita akan membentengi diri darinya ? Apakah dengan menumpuk kesalahan dan dosa, hari demi hari, malam demi malam, sehingga membuat hati semakin menjadi hitam legam ? Apakah kita tidak ingat ketika itu kita berbuat dosa, lalu sesudahnya kita melakukannya, kemudian sesudahnya kita melakukannya ? Sampai kapan engkau jera ?

DO'A, IKHTIAR DAN TAWAKAL

Tugas kita dalam hidup ini sebenarnya hanya dua, yakni DOA dan IKHTIAH. Doa memohon petunjuk dan pertolongan Allah SWT, khususnya agar mampu menjalani hidup dengan benar agar diridhai-Nya, dan ikhtiar atau berusaha seoptimal mungkin sesuai dengan tuntutan dan tuntunan-Nya.


Setelah keduanya kita laksanakan, kita tinggal berserah diri kepada-Nya (TAWAKAL). Dengan cara itu, apa pun hasil doa dan usaha itu, akan dapat kita terima dengan ikhlas dan menganggap apa yang terjadi pada diri kita merupakan hal terbaik yang Allah berikan.

KEAJAIBAN SEDEKAH

SEDEKAH IKHLAS ATAU TIDAK IKHLAS 
Berapapun yang kita sedekahkan, pasti dibalah dan dilipatgandakan oleh Allah SWT, Tidak jadi soal, apakah kita ikhlas atau tidak. Dengan ikhlas dan iman, kita akan memperoleh nilai tambah, berupa balasan jangka panjang (akhirat) yaitu ridha, pahala dan surga dariNya. Dalam jangka pendek berbentuk materi atau setara dengan itu, misalnya kuangan, kesehatan, keselamatan, kemudahan urusan, dsb.

Dengan kata lain, sedekah itu dapat menjadi:
  • Bangkir pribadi, karena memudahkan keuangan kita
  • Dokter pribadi, karena memelihara kesehatan kita
  • Bodyguard pribadi, karena memelihara kita dari bala
  • Asisten pribadi, karena memudahkan urusan-urusan kita

PELINDUNG LANGIT


PERISAI / PELINDUNG LANGIT 

Perisai / pelindung langit mempunyai lima ruas yang berkaitan dan menjadi dasar umat islam dalam melindungi diri dari terhalangnya rezeki, terutama adalah amal-amal untuk melipatgandakan rezeki.

Monday, March 4, 2013

KEUTAMAAN DO'A

Do’a adalah otaknya (sumsum / inti nya) ibadah. (HR. Tirmidzi)

Do’a adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. (HR. Abu Ya’la)

Do’a seorang muslim untuk kawannya yang tidak hadir dikabulkan Allah. (HR. Ahmad)

LAW OF ATTRACTION


LAW OF ATTRACTION (LOA)
Kebanyakan kita sudah pernah mendengar tentang Hukum Tarik Menarik, atau Law of Attaction (LOA). Intinya adalah apa yang kita pikirkan, itulah yang alam semesta berikan. Atau dengan kata lain pikiran kitalah yang menarik segala sesuatu bisa terjadi. Kitalah yang menarik segala sesuatu itu bisa terjadi (Thought become things) tentunya dengan izin Allah SWT. 

SEPASANG BIDADARI


SEPASANG BIDADARI
“Keridhaan Allah SWT itu tidak terlepas dari keridhaan orang tua dan keluarga untuk menggerakan Law of Attraction, Do’a dan Impian”. Ingatlah bahwa berbakti kepada orangtua dan menyenangkan keluarga tidak akan pernah berakhir dengan sia-sia. Apabila kita berhasil membuat ‘Sepasang Bidadari’ tersenyum, pasti Yang Maha Membalas akan mengulurkan tanganNya untuk kita.

Sunday, March 3, 2013

WUDHU

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki"
(Al-Maidah:6)

Ayat di atas merupakan perintah yang jelas dari Rab kita bahwa sahnya sholat ditentukan oleh wudhu. Apabila menghendaki sholat kita diterima oleh Allah Azza Wa Jalla tidak boleh tidak harus wudhu sebelum melakukan sholat. Sehingga seorang muslim harus berupaya dapat melakukan wudhu sebagaimana wudhu yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena tidaklah sebuah ibadah diterima oleh Allah Azza Wa Jalla kecuali cara ibadah tersebut mencontoh dan meniru yang telah diajarkan oleh Rasul-Nya.